Survey memvalidasi model adopsi layanan e-government berbasis SMS. Telah ditutup 20 Sep.2010
Survey motivasi memanfaatkan layanan e-government berbasis SMS (159 responden-25 negara).
Download laporannya
Bantuan partisipasi anda sangat penting bagi penelitian ini...
Selengkapnya

Penelitian ini menggabungkan metode qualitative, quantitative dan prototyping.
SelengkapnyaPaper ini menyajikan jenis-jenis layanan e-government berbasis SMS saat ini, manfaat dan permasalahannya.
DownloadKumpulan informasi terkini implementasi e-government berbasis SMS di seluruh dunia.
SMSeGov NewsMetodologi penelitian ini mencakup gabungan teori dan studi empiris seperti direkomendasikan Patel and Jacobson (2008) untuk memperoleh penelitian adopsi e-government yang valid. Teori dibangun berdasarkan teori-teori adopsi & difusi teknologi, uses & gratifications, & domestications, kemudian dilengkapi dan diverfikasi dengan open-ended questions dalam Survey 1(Qualitative Research). Selanjutnya Model Research divalidasi kembali dengan prototyping and data empiris dalam Survey 2(Quantitative Research). Detail tahapan penelitian dapat dilihat di Figure 1 (untuk memperbesar tampilan gambar: Klik kanan-'View Image').

Mengapa pengguna aplikasi SMS untuk layanan publik spesial? Teori tradisional Adopsi Teknologi umumnya menjelaskan individu hanya sebagai
Pengguna Teknologi. Pengguna aplikasi SMS untuk layanan publik melakukan 3 peran sekaligus
dalam satu waktu:
sebagai Pengguna teknologi, Pelanggan, dan seorang warga negara sekaligus .
Saat seseorang memanfaatkan suatu aplikasi SMS untuk layanan publik,
pada saat itu dia menjalani perilaku sebagai seorang pengguna teknologi/layanan
berbasis SMS, seorang pelanggan operator telepon atau layanan SMS,
sekaligus seorang anggota masyarakat (warga negara) yang berinteraksi dengan pemerintah.
Kombinasi peran dan karakteristik ini tentu mempengaruhi seseorang dalam mengambil
keputusan menerima atau menolak suatu layanan publik berbasis SMS
('SMS-based e-government service'). Selain itu berbeda dengan karakteristik obyek-obyek teknologi yang diteliti dalam teori-teori adopsi teknologi, aplikasi SMS untuk layanan publik umumnya bersifat pay-per-use (terdapat biaya untuk setiap kali pemakaian), suka rela dalam pemakaian (voluntary) dan layanan disediakan dalam konteks kehidupan sehari-hari (everyday life context).
Untuk mengakomodasi keunikan aplikasi SMS untuk layanan publik ini dan kompleksitas faktor yang mempengaruhi seseorang dalam memanfaatkan layanan ini, penelitian ini melaksanakan sebuah survey dengan pertanyaan terbuka (open-ended questions) tentang motivasi seseorang untuk menggunakan aplikasi SMS untuk layanan publik, yang kemudian dilengkapi dan dianalisis dengan 5 teori: diffusion research, adoption research, uses and gratification research, domestication research, dan customer behavior concept. Pendekatan penelitian ini disajikan dalam Figure 3.
